Bekasi – Jabar || Temporatur.com
Miris potret buram buruh perempuan yang bekerja sebagai buruh pabrik, harus melayani ngamar dengan oknum Bos atau petinggi perusahan.
Perpanjang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang disyaratkan oleh salah satu perusahaan kepada para Buruh perempuan disebuah perusahaan di Cikarang Bekasi
Issue tersebut viral beredar diunggah pada 30 April dimedsos melalui akun twiternya John Sitorus @ Miduk17 yang menuliskan,
“Banyak yg up soal perpanjangan di perusahaan di area Cik*rang
Ada oknum atasan perusahaan yang mensyaratkan harus STAYCATION bersama karyawati agar mendapatkan perpanjangan kontrak
Yg mengerikan, ini ternyata sudah RAHASIA UMUM perusahaan dan hampir semua karyawan tahu 😌.
Kabar tersebut beredar viral pasca peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 1 Mei.
Hari Buruh Sedunia tercemar oleh potret buram Buruh perempuan disalah satu perusahaan yang berada di Cikarang Bekasi,Jawa Barat.
Hal tersebut menjadi geger dan heboh khususnya di Kabupaten Bekasi.
Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar ( KPPG) sekaligus Ketua Alisa Khasijah ICMI dan ketua HPN ( himpunan pengusaha nahdiliyin ) Kabupaten Bekasi Sri Sugarti, SE., SIP. menaggapi badan merespon keras issue tersebut.
“Ini harus ditindaklanjuti agar terhenti dengan kelakuan bejadnya sipelaku.
“Jika ini didiamkan akan semakin banyak korban, ujar Sr Sugiarti, Kamis (04/05/2023).
Lanjutnya,sebagai ketua Alisa Khadijah ICMI kab Bekasi dan ketua KPPG Kabupaten Bekasi yang membawahi perempuan perempuan kreatif ( perempuan punya skill ) pelaku UMKM saya menyampaikan bahwa, kaum perempuan tidak usah takut jika dikeluarkan dengan alasan harus melayani kelakuan bejad BOS.
“Dengan menolak saja berarti anda sudah dipersiapkan dipekerjakan ditempat lain oleh Allah, cetus Sri Sugarti.
Sri Sugiarti juga menyampaikan, bahwa menjadi perempuan jangan lemah jangan takut tidak makan,asal kita mau dan tidak malas insya Allah rejeki ada aja..jadilah perempuan yang kreatif inovasi mau menciptakan produk untuk menjadi pelaku UMKM agar mampu mendatangkan uang ( jiwa Wira usaha ) jangan mansetnya hanya jadi pekerja saja
“Jadi tidak harus menjadi karyawan saja , jadilah perempuan mandiri sehingga tidak bisa dilecehkan karena takut tidak makan,imbuhnya.
Dikatakan Sri sugiarti bahwa perempuan wajib mandiri walaupun tidak boleh menghilangkan kodratnya sebagai perempuan ( seorang istri),jika perempuan mandiri kapan waktu ditinggal pasangan sudah siap melanjutkan kehidupan keluarganya tidak harus merendahkan diri menjadi perempuan penghibur atau meminta minta.
‘Karena dengan skillnya akan bisa mendapatkan uang yang halal.
‘Jika perempuan yang mendapatkan uang dengan instans atau selama ini selalu tercukupi oleh suami sehingga pada saat suaminya tidak lagi bersama entah itu cerai atau meninggal perempuna tidak bisa apa apa, makanya sekarang banyak perempuan yang terjerumus karena hanya semata mata untuk menghidupi keluarganya,
” Jadilah perempuan yang mandiri insya Allah akan selamat dunia akherat, tukasnya.
Untuk issue ini kami mengimbau kepada pemerintah dan Apartur penegak hukum segera usut tuntas, pungkasnya. (**)















