
Temporatur.com
Sumber Kekuatan Sebuah Doa
“Sumber kekuatan sebuah doa adalah ketika ia lahir dari lubuk hati.” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al Fatawa 22/489).
Kekuatan doamu ditentukan dari sumber doa itu sendiri, doa yang lahir dari hati yang penuh harap dan cemas, hati yang mampu menyelami setiap kata yang terucap oleh lisan.
Namun ketika doa hanya menjadi sebuah permainan lisan, tanpa penghayatan, bahkan paham pun tidak. Maka doa pun menjadi lemah dan tak berdaya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah tidak akan mengabulkan doa yang berasal dari hati yang lalai dan tidak peduli (apa yang diminta oleh lisan).”(HR. Timidzi)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ بَعْدَ اِصْلَا حِهَا وَا دْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 56)
Semoga Allah mengampuni berikan Rahmat-Nya Karunia-Nya Syafaat-Nya dunia akhirat aamin. (**)















